GCG

GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)

 

Good Corporate Governance merupakan  concern dari setiap perusahaan dan tak terkecuali PT Pos Logistik Indonesia. Tidak hanya fokus dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tetapi juga kepatuhan terhadap peraturan perusahaan, perundang-undangan, dengan dilandasi moral yang tinggi, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perseroan terhadap pihak yang berkepentingan (stakeholders) secara konsisten.

 

Tujuan penerapan Good Corporate Governance :

 

  1. Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar Perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional.
  2. Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian.
  3. Mendorong agar manajemen Perusahaan dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perusahaa.
  4. Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional.
  5. Meningkatkan nilai investasi dan kekayaan Perusahaan.

 

 

Pedoman Pelaksanaan GCG di Pos Logistik :

 

  1. Transparansi, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai Perusahaan.
  2. Kemandirian, yaitu suatu keadaan di mana Perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Akuntabilitas, yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Manajemen Perusahaan sehingga pengelolaan Perusahaan terlaksana secara efektif.
  4. Pertanggungjawaban, yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan Perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  5. Kewajaran, yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

Panduan Penerapan GCG Bagi Komisaris Pos Logistik :

Anggota Komisaris dilarang melakukan transaksi yang mempunyai benturan kepentingan dan mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan Perusahaan selain gaji dan fasilitas yang diterimanya sebagai anggota Komisaris yang telah ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

 

Panduan Penerapan GCG Bagi Direksi Pos Logistik

Direksi/Karyawan dilarang melakukan transaksi yang mempunyai benturan kepentingan dan mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan Perusahaan yang dikelolanya selain gaji dan fasilitas lainnya yang telah ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau peraturan dinas yang ada. Penetapan komposisi Direksi ditetapkan secara fair dan bebas dari pengaruh anggota Komisaris dan anggota Direksi lainnya serta Pemegang Saham.

 

 

Sistem Pengendalian Internal GCG

 

Internal Audit

Sistem Pengendalian Internal yang efektif harus ditetapkan oleh Direksi untuk mengamankan investasi dan aset Perusahaan, sehingga tercipta satu korporat bisnis yang terkendali dari sisi hukum dalam berbagai aspek :

 

  1. Operasi: berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya yang dimiliki perusahaan, termasuk tujuan kinerja dan profitabilitas serta penjagaan sumber daya dari kerugian.
  2. Pelaporan Keuangan : berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan yang andal termasuk pencegahan kecurangan dalam pelaporan keuangan kepada masyarakat dan laporan keuangan intern.
  3. Ketaatan : berkaitan dengan kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan perundangan yang berlaku bagi Perusahaan.

 

 

External Audit

Ditunjuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dari calon yang diajukan oleh Komisaris berdasarkan usulan Komite Audit dengan disertai alasan pencalonan dan besarnya honor/imbal jasa yang diusulkan. External Audit harus bebas dari pengaruh Komisaris, Direksi dan pihak yang berkepentingan di Perusahaan, karena penerapan GCG harus diuji secara berkala dengan perangkat uji GCG sesuai dengan ketentuan perusahaan yang berlaku.

 

© 2016 Pos Logistics Indonesia. Hak Cipta Dilindungi.